Maninov eps. 12 (terakhir… !!)

1 Comment

Ethic
-> awareness, sensibility, belief, attitude, and knowledge about RIGHT & WRONG and DOING THE RIGHT THINGS

knapa perusahaan perlu etika??
1. Karena kesejahteraan kita, basisnya adalah modal maya (virtual capital) yaitu:
– modal intelektual (kecerdasan)
– modal sosial (mampu kerja sama)
– modal etikal
– modal semangat

kalo mau korupsi berjamaah, cukup modal (1) dan (2)…

Modal mental tentang bisnis..
Bisnis = BUKAN tempat cari keuntungan…

hoho…
cemna?!? bingung kan?!?
coba liat beberapa visi dari perusahaan2 terkenal..
‘ To bring happiness to millions and to celebrate, nurture, and promulgate ‘wholesome American values’ ( Walt Disney)
Hewlett-Packard Company should be managed’ first and foremost to make a contribution to society’
We are in the business of preserving and improving human life. All our actions must be measured by our success in achieving this goal. ( Merck& Company, Internal Management Guide, 1989)

“Being In Business Is Not About Making Money, It Is A Way To Become Who You Are ( Paul Hawken).”

Modal mental tentang pekerjaan..
ada 3 level mental orang2 terhadap pekerjaan (dari lowest level ke highest level):
– pekerjaan as a JOB
– pekerjaan as a CARRIER
– pekerjaaan as a CALLING (panggilan)

ada sebuah artikel di PlayBoy, mereka mensurvei (bikin polling) 1550 orang dengan pertanyaan “What are u going to do after graduation?”. Mereka dikelompokkan berdasarkan jawaban:
Kel.1: Make Money then do important thing = 87 %
Kel.2: Do What is Important than make money = 13 %
Setelah 10 tahun, orang2 yang sama di survei lagi asset2 yang mereka udah miliki..
hasilnya: dari 1550 orang ada 101 orang yang jadi jutawan, dengan pembagian sbb: 1 orang dari Kel.1 dan 100 orang dari Kel.2….
<heran nih eike… hebat jg pak Raka bisa tau informasi2 kyk gini,, ntah dari mana2 aja ya didapatnya…>
Judul artikel di PlayBoy itu: Do what u love, Love what u do…

jadi bisa disimpulkan, kira2, 100 orang itu bisa jadi jutawan karena dia mencintai dan menyenangi pekerjaannya dan uang2 itu datang sebagai dampak/akibat dari ketulusannya bekerja..

orang, kalau dari awal motivasi/pikirannya udah mau terkenal aja, justru bisa gagal.. (terkenal = famous)
banyak orang terkenal yang kalo diwawancara, pasti jawabannya: saya juga ga pernah berpikir sampai seperti ini sebelumnya..
contohnya: pelukis yang melukis karena melukis itu hidupnya rata2 jadi orang terkenal, tapi pelukis yang dari awal udah mikir melukis supaya terkenal (mikirin bakal terkenal/ga) pada umumnya ga berhasil…
contoh lainnya: Ibu Theresa.. mana ada dulu dia mikir nolong orang supaya dapat nobel..

They just do what they love…

2. Karena kita masyarakat manusia…
THE ‘ETHICS CHECK’ QUESTIONS:
1. Is it legal?
Will I be violating either civil law or company policy?
2. Is it balanced?
Is it fair to all concerned in the short term as well as the long term? Does it promote win-win relationships?
3. How will it make me feel about myself?
Will it make me proud?
Would I feel good if my decision was published in the newspaper?
Would I feel good if my family knew about it?

Beberapa ‘Keberatan ’ untuk berbuat Etis:
1. Kadang-kadang seperti makan buah simalakama. Merasa ‘harus’ berbuat tidak etis supaya tugas selesai atau tujuan tercapai.
2. Kalau bertindak etis, kalah dari saingan.
3. Kalau bertindak etikal malah diolok-olok orang; yang tidak etis malah memetik buahnya.
4. Lagi pula, kalau bertindak tidak etikal , ‘toh’ tidak ada yang dirugikan ( win-win solution lah)
5. ‘Awak ini apalah’, menjadi orang etikal sendiri tak akan mengubah keadaan.

Quotes of the day::
1. Every Problem Can Be Solved If You Take Some Quite Time To Reflect, Seek Guidance, And Put Things Into Perspective

2. Nice Guys May Appear to Finish Last, But Usually They’re Running In A Different Race

3. No One Can Make You Feel Inferior Without Your Permission

4. You Can’t Expect An Empty Bag To Stand Up Straight

5. There Is No Pillow As Soft As A Clear Conscience

6. It Is Better To Light One Candle Then Curse The Darkness

7. You Don’t Have To Cheat To Win

8. There Is No Right Way To Do The Wrong Things

9. Being In Business Is Not About Making Money, It Is A Way To Become Who You Are

10. Managing Only for ProfitIs Like Playing Tennis With Your Eye On The ScoreboardAnd Not On The Ball

Nahhh… sampailah sudah kita di penghujung kuliah.. ini adalah postingan TERAKHIR dari kuliah Maninov.. karena kuliahnya dah selesaii… waaa,, bahkan nilainya udah keluar,,, waaawww….
maap ya telat ngepost 2 yang terakhir ini,, ada aja yg nghalangin.. tapi akhirnya kelar juga..

THANKS TO:

Pak Gede Raka, sebagai dosen Manajemen Inovasi yang udah begitu baik dan perhatian kepada mahasiswa2nya.. yang menghargai mahasiswanya setinggi yang bisa dia berikan.. dan menjadi inspirasi..
sluruh postingan di tiap episode Kuliah Maninov ini adalah isi kuliah yang dia berikan..
teman2kuw yang disebutkan sengaja maupun tidak di postingan,,
Raja Simarmata yang terlihat sangat tertarik ama kuliah ini dan sepertinya ngikutin dari awal ampe akhir,, (whoi, Ja! Kena kau rasa ya isi kuliahnya?? hehe)
teman2 yang dikenal maupun tidak yang udah mau baca dan bahkan ngasi comment… (hehe.. at least ga sepi2 kali lah..)

waaaa…. senangnyaaaaa….

Maninov eps. 11

Leave a comment

Pak Raka ngerekomendasikan buku “Banker to the Poor” by Muhhammad Yunus.. Muh. Yunus peraih Nobel Perdamaian 2006 atas usahanya mengentaskan kemiskinan.
Dia perintis program kredit kecil bagi penduduk miskin Bangladesh. Katanya, perdamaian ga bisa diwujudakan kalau penduduk masih belum keluar dari kemiskinan.

Kalau misalnya kita punya ide untuk bikin bisnis sendiri maka kita harus menstrukturisasi ide tersebut sehingga plan nya jelas dan kita bisa mengidentifikasi risiko nya dengan Business Plan..

Business Plan

Konten business plan antara lain:
– introductory page
– executive summary
– industry analysis
– description of venture
– production plan
– marketing plan
– organizational plan
– assessment of risk
– financial plan
– Appendix
ntar deh, dikasi file2 nya.. biar lebih jelas..

Persaingan di masa depan banyak bersaing di menurunkan fixed cost.. karena fixed cost, ada kerjaan ato ga, harus ngeluarin duit.. mungkin bisa dimulai dengan berhemat air dan listrik kali ya..
bisa juga dengan outsource (kalau butuh baru gunakan, misalnya tukang bersih2) sehingga bisa memindahkan fixed cost menjadi variable cost.. jadi ga perlu mempekerjakan tukang bersih2 jd pegawai, melainkan nyewa aja tiap minggu  gitu,, tapi semuanya itu tergantung sikon sih.. jadi sblm mutusin mw outsource atau hire, ya itung -itung sendiri aja..

pentingnya assessment of risk adalah kita bisa ngebayangin apa2 aja yang bikin bisnis itu ga jalan.. dan dampaknya juga..
economic animal” istilah untuk pengusaha2 yang ga peduli ama lingkungan demi meraup keuntungan sebesar2nya..

Beberapa sumber dana yang bisa di pakai untuk memulai bisnis:
– uang sendiri
– minjem dari bank
– investor independen
– venture capital (hyperlinkin…)

Leadership

Sekarang kita bicara ttg leadership.. jadi teringat dulu pas nyusun2 materi LKO buat anak2 UKSUers 2006.. huehehe..

What is the difference between “management” and “leadership”? (atau lebih simpelnya beda pemimpin dan manajer)

Manajer               vs        Pemimpin
(do things right)            (do the right things)
– administrasi                – inovasi
– perawatan                    – pengembangan
– sistem/struktur           – orang
– jangka pendek             – jangka panjang
– bagaimana                   – apa/mengapa
– kepatuhan                    – komitmen
– pengendalian               – pemberdayaan

BUT, manajemen dan leadership ga bisa dipisahin.. hanya saja banyak orang yang lebih mementingkan manajemen dan melupakan leadership..

apa sih emangnya ciri2 orang sebagai pemimpin, ga cuma manajer biasa??
kita dikasih study case:
1. Manajer bank 1
Manajer ini kalau mau ke kantor tiap hari, dia jalan lurus2     aja,, jalan cepat2, tanpa noleh kiri kanan..   Satpam yang     negur dia pun ga dipeduliin.. Pokoknya dalam hatinya gini     kali ya: “aku kan bos, kamu kan cuma satpam, ngapain aku     harus hormat2 ama kamu..”
2. Manajer bank 2
Manajer yang ini, kalau mau ke kantor tiap hari, dia jalan     lurus dan cepat juga, tapi sambil noleh ke pak satpam dan     bilang “selamat pagi pak.. wah, cerah sekali wajahnya…     lagi senang nih tampaknya…”
terus bikin kopi sendiri karena beranggapan kalau Office     Boy hanya sebagai orang yang membantu  bikinin kopi        kalau kita benar2 ga punya waktu buat bikin kopi..
terus, nyapa tukang sapu, just say “Hi.. apa kabar..”

Kayaknya uda jelas kan perbedaan manajer dan pemimpin?!?
Leadership yang dimaksud disini adalah kepemimpinan transformasional..
Jadi kepemimpinan itu ada dua: Transaksional dan Transformasional.. nah, yang transaksional itu contohnya manajer bank 1.. dia menganggap bank tempatnya kerja adalah tempat bertransaksi, bank butuh kepintaran dan manajerialnya, dia butuh uang/gaji.. lets do it..
gitu doang..
sikap2 itu menunjukkan gejala “attention deficit” -> tidak menunjukkan sikap2 bahwa kita perhatian ama orang.. inilah yang sering juga jadi masalah di rumah tangga atau kehidupan berpacaran.. hehe
Selain itu, bedanya kepemimpinan transaksional dari kepemimpinan transformasional adalah manusia dianggap sebagai input, sama seperti modal, mesin, material dsb,, sementara di kepemimpinan transformasional, manusia dianggap bagian dari suatu komunitas.. human being.. jadi pekerja dan perusahaan harus sama2 bertransformasi menjadi lebih baik, jangan cma perusahaannya aja..

apa beda simpanse ama manusia padahal keduanya punya persamaan DNA 98.4%?
perbedaan 1.6% itu adalah konsep hidup bermakna.. artinya, manusia melakukan suatu pekerjaan karena ada maknanya buat dia dan sekitarnya (ngerti gitu KNAPA mlakukan sesuatu, apa akibatnya, dsb).. kalau monyet?!?
ntar deh di episode selanjutnya, dijelaskan tentang mentalitas pekerjaan..

quotes of the day:
– “mulailah sesuatu dengan HATI.. (Do it with ur heart)
– “lakukan sesuatu hal karena kamu MAU melakukannya, bukan karena kamu orang yang patuh..
– “Jujur lah karena kamu percaya jujur itu penting, bukan karena kitab sucimu berkata demikian

Kuliah Maninov eps.10

9 Comments

Menurut Peter F. Drucker, Entrepreneurial Management untuk mendukung berkembangnya inovasi adalah:
1. policies
– kalo mau organisasi jadi inovatif, organisasi itu harus bersifat RECEPTIVE terhadap inovasi, WANT, REACH, and WORK for it..
– climate -> kalo organisasi melihat inovasi dianggap sebagai hal yang melawan arus, ga bakal ada deh inovasi itu..
– make innovation attractive for managers

2. staffing
– the issue is not to find man with certain personality, but to find people who want to learn, work hard, persistence, self-discipline, willingness to adapt and to apply right policies and practices.

3. practices
– jgn tiap kali rapat yang dibicarain masalah melulu, try to talk about opportunity..
– mengembangkan semangat kewirausahaan
– cari unit2 perusahaan yang do better n do differently
– bikin open session ttg opportunity antara top management dan junior people from all division

4. structure
– menciptakan perilaku entrepreneurial, bukannya malah menghukum orang-orang seperti itu
– ada reward system dan incentive; tingkah laku yang berkembang adalah tingkah laku yang dikasih reward
kebanyakan orang yang diberikan reward adalah orang yang koneksinya banyak/baik (a.k.a ABS = Asal Bapak Senang), pdhl seharusnya yang direward adalah orang2 yang kreatif dan berani ambil risiko
– the entrepreneurial unit has to be organized separately from the old & existing
– there has to be a special locus for the new venture within the organization

5. measuring innovative performance
-Builds to each innovative project feedback from result to expectation.
– Develop a systematic review of innovative effort all together
– Judge the company’s total innovative performance against the company’s innovative objectives, against its performance and standing in the market, and against its performance as a business all together.

Building The Intrapreneurial Environment ( Gifford Pinchot III)

Freedom Factors
– Self-selection
orang harus milih sendiri, mau/ga, bukan karena ditunjuk
gunanya: menarik KOMITMEN
mis: job posting: umumkan ke employee/siapapun ttg lowongan kerja
– No hand-offs
kalo punya ide jgn cuma ditampung-tampung aja.. realisasikan !
– The doer decides
keleluasaan untuk memutuskan, ex: Chuck House, dia mutusin mw survei sendiri.. ga mesti nunggu2 orang marketing
– Corporate ‘slack’
cadangan (budget) untuk inovasi
– Ending the home-run philosophy
kalo punya filosofi homerun–> ga inovatif
maksudnya: hanya akan mukul kalo yakin bisa langsung balik ke home/base
so, pukul aja.. dari 10 kali pukul pasti ada 1 yang homerun.. 🙂
– Tolerance of risk, failure and mistakes
menyikapi kegagalan dengan optimis, to be able to return..
start small, mulai dengan proyek kecil aja tp banyak
– Patients money
– Freedom from turf-ness
– Cross-functional team
– Multiple options.

nb: yang 4 lagi ga gitu dijelasin..

Paradigma lama organisasi:
management terhadap 5M (man, machine, material, money, method)
model:

organisasi dianggap kayak “mesin”, SDM dianggap benda, sama dengan mesin dan material dsb

Paradigma baru organisasi:
management + LEADERSHIP
organisasi -> sbg masyarakat insani (human community)
model: (7S Mc.Kinsey)

Visi
arti: arah pergerakan (bukan tujuan)
Ciri-ciri visi yang baik:
-Memperjelas arah dan tujuan
-Mudah dimengerti dan diartikulasikan dengan baik
-Mencerminkan cita-cita yang tinggi, dan menetapkan standard of excellence
-Menumbuhkan inspirasi, semangat, kegairahan, dan komitmen
-Menciptakan makna bagi anggota organisasi
-Merefleksikan keunikan atau keistimewaan organisasi
-Menyiratkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh organisasi
-Kontekstual, dalam arti memperhatikan secara seksama hubungan organisasi dengan lingkungan dan sejarah perkembangan organisasi yang bersangkutan

ada yang menarik:
PROFIT –> Akibat dari melaksanak VISI dan MISI dengan benar..
jadi, visi yang baik itu tidak mencantumkan hal-hal seperti mendapatkan profit sebesar2nya..
visi ga bicara ttg uang, tp ttg idealisme..

Kuliah Maninov eps.9

Leave a comment

Cara melihat business opportunity: LOOK AT THE ENVIRONMENT ! –> business scanning
1. Liat trend sekarang apa -> referensi: Product Life Cycle
2. look at the structure (struktur industri)
3. 8 sumber inovasi menurut Drucker (klik di sini)

metode ngeliat business opportunity bisa dengan 3 dimensi (seperti di kuliah sblmnya) ato dengan positioning..

Analisis struktur industri

Michael Porter dengan bukunya “Competitive strategy”, menjelaskan ttg Elements of Industry Structure.

bagan elemen struktur industri Porter

Idea generation

Kalo mw ngembangin gagasan, ada 2 cara:

1. problem-solution; solve the problem with a product/service. Semua barang pada awalnya: problem solution, stelah itu, barulah ada proses penyempurnaan..

2. fortuitous scan; new product yang dimaksud adalah produk baru yang dikembangkan dari produk yang udah ada..

Kuliah Maninov eps.8

Leave a comment

ahaha.. maap ya, postingan kali ini pendek bgt.. soalnya di kelas rada2 ngantuk, jd agak2 ktinggalan gitu deh.

di maninov episode ini, we talked about innovation oppotunity. What should we do if we want to make a new business?
1. listen to your customer..
2. find problems
3. define the business –> by 3 dimensions method:
– sumbu x: customer groups -> siapa si pemakai
– sumbu y: technology alternative
– sumbu z: customer function -> apa  yang dicari orang
just define ur own business, produk bisa sama tapi bisnisnya bisa beda donk..
kebutuhan dan perubahan = menimbulkan peluang inovasi

selain belajar peluang inovasi, dibahas juga tentang Product Life Cycle (PLC).. intinya sih, suatu produk itu punya masa2:
– introduction: produk diperkenalkan ke pasar,, yah masih malu2 gitu deh.. ato bisa juga langsung menggebrak.
– growth: tahap pertumbuhan, pasar udah mulai jelas, namun pesaing udah mulai terlihat nee..
– maturity: tahap dimana pasar terlihat hampir jenuh, produk udah dikenal dan pesaing udah tersebar dimana-mana.. u need to innovate..
– decline: tahap jenuh.. produk udah mulai dilupakan (misalnya aja mesin tik di kota-kota besar)

gitu..

sampe disini dulu utk episode ini..

Kuliah Maninov eps.7

2 Comments

Postingan sebelumnya itu tentang si pak Chuck House, ni sekarang ttg Hulki.. sebenarnya ga beda2 jauh sih inti ceritanya,,

sblmnya dah tau intrapreneur itu apa blom sih? intrapreneur berasal dari kata intra corporate entrepreneur. Seseorang yang melakukan entrepreneurship di dalam perusahaan. kalo entrepreneur tentunya bebas2 aja mw ngapain juga dalam ngembangin idenya, kalo intrapreneur, bnayak yg harus dipikirin, jaga hub baik dengan pimpinan lah, ikutin aturan perusahaan lah, dll.. kalo mw liat beda intrapreneur ama enterpreneur klik disini.

trus apa yg bikin Chuck House n Hulki berani melakukan inovasi walau orang perusahaan awalnya ga mendukung, n akhirnya mereka sukses dengan modal2 keberanian dsb??

SOCIAL MOTIVE.

sebelum tahun 65-an -> penjelasan terhadap keberhasilan ekonomi suatu bangsa disebabkan oleh faktor2 fisik. Contohnya ya,, zaman dulu, Cina berjaya disbabkan adanya sungai Yang Tse Kiang, Mesir berjaya karena sungai Nil-nya, dll.. trus, knapa sekarang mereka terlihat biasa2 aja?? ga segemilang pada wktu dulu itu? trus, Jepang yang ga punya sungai besar aja malah lagi ‘hot’2nya ni..

ternyata eh ternyata,, dari penelitian yang dilakuin ama David McClelland, ditemukan bahwa ada faktor2 non fisik, yang mempengaruhi kejayaan suatu bangsa. Bahkan dia meneliti, adakah faktor psikologis yg ngaruh?

Dalam bukunya “The Achieving Society”, David McClelland mengungkapkan hasil penelitiannya, tentang 3 social motives. sebelumnya, metodologi pengumpulan data yang dilakukannya adalah cross-cultural research, yaitu dengan metode/tool “content analysis“. Misalnya, cerita2 rakyat ato koran ato tulisan2 lain yang ada/terbit di suatu bangsa, diteliti isi (content) nya. tujuan: mengetahui the state of mind in a nation. karena, semua tulisan2 ato tayangan dari segala media yang disebar secara luas di suatu bangsa, akan mempengaruhi pikiran rakyat (bukan suratkabar Pikiran Rakyat, tapi the state of mind of a nation’s society)

wanna know how?? look at this:

NEEDS –> MOTIVES –> THOUGHT –> SPEECH –> BEHAVIOUR

Masyarakat secara individual didorong oleh 3 motif sosial, yaitu:

1. motif berprestasi (achievement)
2. motif bersahabat (affiliation)
3. motif berkuasa (power)

Masyarakat berjaya (maju) -> achievement oriented ; jadi, pada masa tertentu, jika suatu bangsa berjaya, itu gara2 masyarakatnya saat itu punya Achievement yang tinggi.

Berikut adalah sedikit ciri2 dari masing2 orang yg ach, aff, pow:

ach:
1. bertanggung jawab
2. risk taker
3. butuh feedback
4. bikin target tinggi untuk diri sendiri (wanna do sumthing better because they want to, not because other people)
5. do something better than others (this is the impact of poin 4)
6. do something unique and creative
7. future-oriented

aff:
1. lebih suka kerja sama org lain drpd sendirian
2. lbh memperhatikan hub pribadi drpd sekedar krn tugas2
3. pengennya sepakat ama orang lain
4. cemas ketika putus hubungan
5. perhatian terhadp kejadian2 sosial mis. reuni, dsb

pow:
1. berbuat hal yang berpengaruh (influencing)
2. power of directing
3. byk menaruh perhatian di nama baik dan kedudukan
4. membantu orang lain walau tidak diminta
5. merasa punya hak menghakimi orang lain

biasanya sih ya,, negara dengan ach tinggi: entrepreneurshipnya kuat, negara dengan pow tinggi: perang, negara dengan aff tinggi: ledakan penduduk.. hehe
Indonesia bisa dibilang ach rendah (bgt).. example, kalo di koran2,, headline news biasanya adalh ttg kasus korupsi ato seleb ato apalah yang gosip2.. tapi kalo berita ttg penghargaan terhadap keberhasilan anak2 bangsa, biasanya ditaro kecil2 di sudut2 koran,, (hehe)

Media pendidikan di Indonesia kontribusinya SANGAT-SANGAT RENDAH.
contoh aja Jepang, Amrik, mereka tuh menggunakan media sbg sarana ‘menularkan meme2’ kepada rakyatnya utk mempengaruhi pola pikir rakyatnya.. misal: ttg rasialisme kulit putih-hitam di amrik, berangsur2 hilang dengan munculnya film2 ttg persamaan hak dan nonrasialisme antara kulit putih n hitam. film tu walau pada awalnya mdatangkan kontroversi, tapi secara ga sadar membentuk pola pikir rakyatnya utk tdk rasialis lg..

Motif = hasil pendidikan, baik di rumah, sekolah, dan masyarakat..
ada suatu ‘jargon’ yang kurang tepat di lingkungan keluarga, “anak yang diam dan ga banyak tingkah = anak manis”..
tau dari mana? justru anak2 spt itu yang achievernya rendah.. speak up, man!!
(aku cm bisa menyemangati kalian spy speak up, aku sendiri ga segitu2nya kok,, hahaha,, udah kejebak dengan lingkungan)

that’s it for now.. leave ur comments yahh..

Kuliah Maninov eps.6

2 Comments

stelah sekian lama, akhirnya baru sempat nge post..
ternyata Mc.Clelland tuh da pernah ke ITB tahun 1972 n slama sekitar 10 minggu untuk kasi kyk pelatihan2 gitu..

sblmnya kami dikasi bahan bacaan tentang 2 orang intrepreneur, namanya Chuck House dan David Hulki.
Karakter yang menarik dari Chuck House berdasarkan bacaan tersebut adalah: pantang nyerah, peka terhadap customer, a good team player, punya mimpi, punya obsesi, berpikir out of the box, optimis, integritas, honesty

Prof. Martin Seligmen memulai suatu stream baru dalam psikologi, yaitu Positive Psychology..
da nulis buku “Learned Optimism”  tentang pengaruh optimisme dalam kehidupan seseorang dan “Authentic Happiness” tentang psikologi positif.
menurutnya, orang2 pesimis menganggap kejadian baik sebagai sesuatu yang temporary dan kejadian buruk sebagai sesuatu yang permanen..
Pelajaran yang dapat diambil dari cerita itu berkaitan dengan inovasi adalah:
– sulitnya menjual gagasan
– konsekuensi dari memiliki anak buah yang inovatif (sblmny chuck house sempat berdebat dengan pimpinannya karena inovasi yang ditawarkannya, namun dia tetap melanjutkan proyeknya walau dah disuruh berhenti -> aktualisasi diri)
– inovasi yang digerakkan visi
– penerapan prinsip2 inovasi (start small, mulai dengan analisis peluang, perceptual & conseptual, kerja keras)
– pentingnya integritas
– pentingnya dekat dengan konsumen
– paradigma lama vs paradigma baru
– pentingnya sponsor
– team work
– belajar dari kesalahan
– keberanian mengambil risiko yang diperhitungkan
– tidak mudah menyerah
– kombinasi antara kompetensi teknik dan kepemimpinan

A vision-driven innovation
= if u have your vision, and innovate based on that vision, u should have: INTEGRITY and HONESTY
so, jgn sampe berinovasi dengan nyuri uang perusahaan tanpa ketahuan ya..

Quotes for today:

1. “I have a dream” by Marthin Luther King

2. “You’ve got to have a dream. If you don’t have a dream. How you gonna make a dream come true?”
~
BLOODY MARY SINGING “HAPPY TALK” IN THE MOVIE ‘SOUTH PACIFIC’ ~

Older Entries