Ini kutipan kotbah Minggu 3 Mep 2009  :

Tema, mengasihi dengan rela berkorban. Yang kotbah pendeta Albertus Patty.

Salah satu kesalahan adalah melupakan masa lalu karena jadi ga bisa belajar dari masa lalu. Ada 2 peristiwa bersejarah di bulan Mei. Pertama, Hitler, peristiwa kolokaus (bener ga nulisnya??). Bagi Yahudi, peristiwa 5 juta orang dibantai dan ga ada yang bersuara, mereka namakan SOAH. The absence of God. Yang menarik, mereka tidak kehilangan iman. tetap percaya kepada Allah. Malah, gereja Katolik Roma (pd saat itu) mendukung pembantaian itu karena dianggap suatu jalan membalas dendam. Gereja Protestan juga sama saja, diam ketakutan. Gereja Lutheran maju sedikit, bikin deklarasi tapi tidak tegas. Melihat hal ini, Pendeta Carolbar (?) bikin deklarasi parlemen yang bilang kalau kita hanya tunduk pada Tuhan. Bukan Hitler.
Peristiwa Mei ke-2, di Indonesia, Hitlernya Indonesia, Soeharto. Ada ratusan orang yang dibakar hidup2 di Mall Klender, Jakarta. Mei 98. Banyak cewe2 Tionghoa yang diperkosa. Tapi sejarah ditutup-tutupi. Bangsa kita tidak pernah berdamai dengan sejarah. Ga kayak Jerman. Jerman mengakui bhw Hitler adalah kesalahan Jerman, dan mreka ga mau kesalahan itu keulang lagi.
Jepang juga pernah melakukan kesalahan dengan coba bentuk Asia Raya. Mereka sadar hal itu ga baik, dan sekarang mreka trmsk negara yang anti perang.

Indonesia? Kita ga pernah bdamai dengan masa lalu. Banyak sejarah yang ditutup-tutupi. G30S-PKI, mei 98, dll. Waktu mei 98, gereja ga ada yg merespon. Hati nurani kita dan gereja lumpuh.Kita harus bisa mengkritisi gereja. Banyak orang yang berpendapatan kurang dari 2 dollar sebulan. Tapi gereja malah bangun gedung megah2. Mempertahankan eksistensi di tengah kemiskinan. Apalagi kl bukan kelumpuhan moral gereja?

Moralitas ada tingkatan menurut Goldberg (ato Kolder gtu?) Tingkatan paling rendah (3) adalah ketika orang melakukan sesuatu hanya untuk diri sendiri, ego sendir. Tingkatan 2 adalah ketika orang melakukan sesuatu demi kepentingan kelompok. contoh, demi kepentingan keluargaku, gerejaku, partaiku, temanku, apapun yang dekat denganku. Tingkatan pertama adalah ketika orang melakukan sesuatu demi kepentingan semua orang ato bangsa tanpa memandang agama, suku, ras, dll bahkan musuh. Misalnya ?? yang membebaskan kulit hitam dari perbudakan kulit putih. Tapi menariknya, dia melakukan hal itu tidak hanya untuk membebaskan kulit hitam dari penindasan, tapi juga membebaskan kulit putih dari kecenderungan menindas.

contoh lain adalah Mother Theresa, Martin luther king, dan Munir. Mereka punya nilai moralitas yang baik yang rela mati demi mempertahankan nilai itu. Munir sbnrnya bisa aja jd org kaya, tapi dia memilih hidup sederhana dan berbicara ttg keadilan.

Banyak dari kita yang ga mau ambil risiko seperti mreka2. Kita pilih hidup aman dan ngurusin hidup sendiri.  Saat itulah hati nurani kita lumpuh. Greja ini berusaha capai tingkat moralitas pertama dengan program beras pduli dan beasiswa untuk siapapun tanpa memandang agama n suku ato apapun.

Kita sebagai orang kristen, jadilah gembala bagi siapapun, kawan atau musuh. Biarkan mereka rasakan cinta kasih TUhan..
Fin.

Btw, cara untuk tidak mengantuk pas kotbah adalah dengan merangkum kotbah di HP. (kl nulis di kertas malas juga awak bawa pulpen n kertas ya khan). Daripada “terlihat” mendengarkan tetapi pikiran melayang-layang ya kan? mending terlihat “main hp” ternyata nyimak kotbah. haahhaha..Habis tu, bisa di-save, bisa di share ke orang lain, bisa di tulis lagi di blog kl sempat. He he..

Shalom deh..

NB: byk tanda ? dipostingan ini, habis agak sulit mendengar dengan jelas.. hehe,, lagi males browse nyari tau yg benernya di om google juga… maaaappp…

Advertisements