Kuliah Maninov eps.5

4 Comments

mengulang kuliah2 sebelumnya…
untuk membuat suatu produk, diperlukan buanyakk sekali ide.. untuk bisa dapat ide, kita harus kreatif dan mempunyai sistem untuk mencari ide, misal: bereksperimen, tanya konsumen dengan kuesioner, brainstorming, dsb.
setelah dapat, ide2 itu harus dikelola dengan suatu sistem misal dengan cara: menyeleksinya, mengkombinasikan, dan mengembangkan ide itu..
kalau ga ada sistem2 tersebut, bisa terjadi chaos, ide-ide terbengkalai, produk gagal, dan merugi gara2 salah pilih ide..
ngomong2 ttg kesalahan dalam memilih, ada 2 jenis kesalahan secara statistik:
– kesalahan tipe I : menolak yang harusnya diterima
– kesalahan tipe II : menerima yang seharusnya ditolak

setiap perusahaan harus berinovasi setiap hari.. kalo uda jadi keseharian, inovasi harus pny sistem..

dulu2,, muncul manajemen produksi (time and motion study, spesifikasi kerja, dsb)
asumsi: produksinya udah ada, jadi tinggal memanajemen kegiatan produksi nya aja..
akhir2 ini, muncul manjemen inovasi karena semakin banyak kompetitor dan life cycle yang makin singkat.

waktu kuliah, temenku yang biasa gila bareng bernama Dwi, nanya ke pak Gede.. “gimana dengan idealisme seorang pengusaha.. contohnya industri film, apakah dia harus mempertahankan idealismenya ato ngikut2 selera konsumen/penonton yang makin lama makin merosot ini??” <aku lupa tepatnya dia nanya apa, tapi kira2 gitulah.. hehe sori dwi,,>
jawaban si bapak yg kutangkep adalah “Indonesia butuh pemodal yang idealis dan punya etika bisnis“..
kalo make contoh perfilman.. makin banyak aja sinetron ato gosip2 yang membodohi masyarakat,, sekedar, nangis, cinta2, gosip2,, ga ada pembentukan karakter manusianya.. ada sih pembentukan karakter, tapi ke arah yang negatif, karakter manusia yang bodoh.. istilahnya: down grading..
produsen2 film hanya peduli uang.. bikin dong film yang “bagus” dalam artian sebenarnya.. yang mendidik..
Pak Gede Raka juga cerita, dia pernah nonton suatu acara di TV buat anak2,, disana lagi ditayangkan table manner.. si bapak  langsung bilang: “buat apa?? sontoloyo.. boro2 ngajarin table manner, anak2 di indonesia makan aja susah..”
(!_!’)>

ok, lanjut,,
Full Innovation Model:
– individual level – creativitiy, personal skill
– team level – interpersonal skill, commitment, leadership, teamwork..
– corporate level – climate & cultural, organizational structure and system, vision & strategic direction..

orang ga cukup hanya bikin organisasi jadi inovatif, harus disertai dengan TEAM WORK..

sang dosen juga berbicara tentang meme (you can read tentang virus akal budi karangan Richard Brodie)..
meme itu kayak gen, bagian terkecil dari ide /  mind..
kalo kita berdiskusi, akan ada persilangan meme.. analoginya persilangan gen (rekayasa genetik)..
jadi, ide yang tidak terduga2 itu bisa muncul ketika beberapa orang berkumpul dan berdiskusi..

pak Raka crita tentang Cina.. gimana mereka ngirim 100ribu orang ke luar buat blajar dan ga masalah walau cuma stengah yang balik ke cina,, kalo perekonomiannya dah baik, yang setengah lagi pasti balik dan bawa pengalaman baru dari luar,, kalo Indonesia??  🙂 pikir ajalah sendiri.. hehe

Advertisements

Kuliah Maninov eps.4

1 Comment

Knapa si Drucker itu bikin prinsip2 inovasi??
Jadi gini, dulunya inovasi itu cuma dianggap sebagai peritiwa yang sporadis.. Muncul disana, muncul disini, ga sistematik, dan ga ada pattern-nya.. Drucker menyadari hal ini dan dia merasa, sekarang inovasi bukan sebagai tacit knowledge lagi, tapi harus jadi sebuah disiplin ilmu, menjadi explicit knowledge.. sama seperti management dipandang sebagai sebuah science (management science)..
oleh karna itu, dia bikin prinsip2 inovasi seperti yang ada di postingan sebelumnya (The DOs n the DON’Ts) supaya inovasi BISA DIPELAJARI.. supaya semua orang bisa berinovasi..
Inovasi is purposeful,, jadi bukan sesuatu yang kebetulan (atau seperti penemuan ~ invention)..

Ciri-ciri inovasi sebagai disiplin:
– sistematik
– bisa dipelajari ~ suatu organisasi bisa belajar menjadi invovatif
– mempunyai prinsip; prinsip ada untuk mengurangi risiko kegagalan
Drucker merumuskan prinsip2 itu setelah dia mengamati ratusan kasus dimana inovasi berhasil, dan inovasi yang kurang berhasil..

“ordinary people with extraordinary performance” (terserah lah mw ngartiin gimana.. hehe)

” Imagination is more important than knowledge” ~ Einsten

Why innovation need management??

Organisasi “menelurkan” banyak ide,, (berapa lapis?? ratusan.. lebih!!) bayangkan kalo ide2 itu ga ada yg ngelola,, chaos happens ! perlu adanya management,,

knapa perlu management:
– inovasi menjadi keseharian
– inovasi perlu dijalankan secara eifisen
– inovasi diharapkan berkelanjutan
– inovasi perlu dijalankan secara sistematik

to know what management is, u can just remember this abbreviation: POAC (planning, organizing, actuating, controlling)

Okay, that’s it for episode 4.. hehe..

Kuliah Maninov Eps.3

Leave a comment

Seperti yang udah dibahas sebelumnya, inovasi ga hanya berupa produk. Inovasi bisa dibagi 2 bagian besar berdasarkan bentuknya:
1. Social Innovation (intangible -> tidak kasat mata)
2. Technological Innovation (tangible -> kasat mata)

Social innovation bisa berupa kebijakan, regulasi, institusi, mindset, sistem, dsb.
Berikut contoh2 social innovation:
– kantor pos, bank -> bentuk: institusi
– Restorasi Meiji -> bentuk: mindset (Restorasi Meiji suatu peristiwa dimana akhirnya bangsa Jepang mau membuka diri terhadap bangsa Barat karena mindset bangsa Jepang sebelumnya adalah supaya tidak dijajah, Jepang harus menutup diri.
“Learn from the BEST to be BETTER”
Indonesia juga pernah mengalami perubahan mindset, yaitu saat ingin mencapai kemerdekaan, dulunya bangsa Indonesia mengandalkan otot, namun, Boedi Oetomo membawa pemikiran baru yaitu melawan penjajahan dengan pendidikan (alias pake otak).
– Sistem Subak (Bali) merupakan inovasi – to get the best out of limited resources
– Konsep pengendalian mutu (Quality control) bangsa Barat dan Jepang sangat berbeda. Dulunya (sebelum masa Taichi Ono-nya Toyota) Jepang belum menerapkan konsep pengendalian mutu. Mereka baru tau setelah bangsa Barat menerapkan konsep kendali mutu dengan statistik-versi mereka dimana perusahaan membentuk divisi khusus yang bertanggung jawab terhadap kualitas produk. Namun, Jepang ga bisa menerapkan bulat2 konsep barat ini di Jepang karena adanya perbedaan budaya. Akhrinya Jepang membuat versi mereka sendiri yang mereka sebut Quality Circle (Gugus Mutu). Pada konsep ini, mereka menanamkan kalu mutu adalah urusan semua orang, ga hanya urusan satu divisi aja. Inovasi kecil2an tapi terus menerus. Jadi, mulai dari disain produk sampai pengepakan, mereka ngejaga mutu produk.
– Tau ga dari mana asal muasal lembaga Penelitian dan Pengembangan (R&D)? Edison. Yap, Thomas Alfa Edison. Sebelum berhasil membuat lampu, dia gagal ribuan kali, tapi setiap gagal, dia selalu mencatat, nyari kesalahan dimana dan berusaha mengembangkannya. Dia bikin lembaga yang khusus mengurusi hal ini yang dia sebut Research & Development.

Ada satu buku yang recommended utk dibaca (kata sang dosen) mengenai pentingnya pendidikan pada suatu bangsa. Buku itu berjudul “Education for 1.3 Billion” (has anyone read it?) Katanya sih, tentang Cina yang bisa semaju sekarang akibat kebijakan Mentri Pendidikan mereka saat itu bener2 berkonsentrasi meningkatkan pendidikan rakyat Cina. Tahun 76-an Cina masih tergolong negara yang terbelakang, tapi dalam 10 tahun Cina bisa maju; undang2 diperbaharui dan menekankan bahwa profesi GURU adalah profesi yang TERHORMAT. Saat itu, disana profesi guru adalah profesi yang bikin orang laen iri. (Beda banget ama Indonesia,, dulu okelah ya, guru masih dianggap dewa-kurasa juga gara2 konsep pendidikan yg dibawa Boedi Oetomo, tapi sekarang, dianggap profesi yang rendah.. Isn’t it?)

Satu hal tentang inovasi: Jangan pernah mengabaikan hal kecil untuk diinovasikan. With less money but much total involvement, you can create great innovaton.

KESALAHPAHAMAN tentang KREATIVITAS:
1. Kreativitas berarti harus membayangkan dan melakukan sesuatu yang SAMA SEKALI BARU.
2. Hanya orang ahli yang bisa menciptakan sesuatu yang baru.
3. Hanya orang-orang berbakat yang bisa kreatif.
4. Orang kreatif biasanya berperilaku aneh/ga normal.
5. Kreativitas hampir selalu mahal.
6. Berpikir kreatif = berpikir kompleks.
7. Berpikir kreatif memang menyenangkan namun sering sekali tidak praktis.
8. Ide datang sendiri (ilham).
9. Bila anda kreatif, dengan sendirinya orang di sekitar menyadari kelebihan anda itu. (kenyataannya engga, and u have to fight for your ideas).
10. Hal/cara terbaik sudah ditemukan, kita hanya tinggal ngikutin saja.

“Kalo kamu punya ide, SAMPAIKAN!! Kalo orang lain punya ide, DENGARKAN!!”

Seringkali ide kita diabaikan gara-gara: kita lebih MUDA, dan kita GA PUNYA KUASA.

PRINSIP2 INOVASI (by Drucker)
The DO’s:
1. Inovasi sistematik dimulai dengan analisis peluang.
2. inovasi mencakup aktivitas konseptual dan perseptual. Inovator yang berhasil menggunakan otak kiri dan kanan.
3. Agar efektif, inovasi harus sederhana dan terpusat.
4. Inovasi efektif, “Start Small”. (You may think Big, but you have to start Small.) -> hal ini penting utk ngurangin risiko.

The DON’T’s:
1. Jangan mencoba terlalu pintar.
2. Jangan mecoba segala hal sekaligus.
3. Jangan melakukan inovasi untuk masa depan. (maksudnya, inovasi utk hal2 yang dibutuhin saat ini aja..)

3 kondisi :
1. Inovasi -> Kerja Keras
2. Melakukan inovasi haruslah berdasarkan kekuatan.
3. Inovasi harus membawa manfaat ekonomi dan sosial.

sbenarnya aku lupa, 3 kondisi itu kondisi apa,, hehe,, ditafsirkan sendiri ajalah y..

so, yang aku dapat dari semuanya itu: inovasi bisa dilakukan oleh siapa aja, dimana aja, kapan aja, dalam bentuk apa aja.. dan satu impian terpendam: do something for education..