sebar proposal = mengemis?

selama ini aku menganggap, orang2 yang menyebarkan proposal (alias minta dana) itu macamnya ngemis2 atau minta dikasihanin.. dulu juga aku pernah nyebarin proposal buat suatu acara latihan dan kepemimpinan organisasi, rasanya kayak nyesek gitu pas nulis, ‘bang/kak, minta bantuannya ya.. dananya masih belum mencukupi bang/kak’.. yang ada dalam pikiranku adalah, si abg/kk itu pasti mikir, “ihh, adek yang lucu dan imut ini, minta2 uang aja deh..” padahal paling pantang di kamusku yang namanya ‘begging’ alias memohon ama orang.. mau bantu ato ga? kalo ga mau ya udah.. tapi berhubung dana saat itu emg masih kurang sekali, terpaksalah muka ini ditebalkan.. dan mereka pun terpaksalah bantu aku krn kasian keknya..

kemudian aku berpikir, one day, will i think the same as they think of me? gimana sih caranya supaya orang itu mau membantu bukan karena aku memohon2 tapi dia bantu atas kesadarannya sendiri, karena dia peduli dengan apa yang mau dia bantu itu?

tapi, lama kelamaan aku sadar, harusnya aku ga usah pusing2 mikirin BAGAIMANA caranya aku ngemas program bantuan itu supaya orang2 mau bantu. Intinya kan di APAKAH orang yang dimintain bantuan itu membantu atau ga.. akan sangat indah kan kalau org itu mau bantu atas kesadarannya sendiri, atas kepeduliannya atas issue yang dibawa.. jadi, jangan lihat kemasannya, siapa yang bikin kegiatan, siapa dibalik siapa, orang yg minta tenar ato ga, dsbnya, tapi lihat diri sendiri aja, mau bantu ga?

so, intinya, sekarang aku kalau disuruh nyebarin proposal atau minta bantuan mah sebarin2 aja… ga usah tebal muka lagi.. hahahaha…

~ by elisasirait on March 13, 2009.

Leave a Reply