Cinta kayak tanaman..

lately, I read a note made by my cousin in her facebook, a note about her love journey and marriage.

di note nya itu, dia nulis ttg ketika Tuhan menjadi alasan untuk menikah, maka tak ada lagi kata2: search for the best man..

dulu, salah satu alasan aku tak mau pacaran (selain blom siap pacaran) adalah aku pengen cari yg terbaik. kriterianya: tinggi, putih, kalem, bijaksana, bisa diandalkan, pokoknya yg mirip bapakku lah. Bahkan dulu (3 tahun lalu) si bang kop pernah aku tolak, ga mau dideketin ama dia, krn aku masih berpikir utk mencari cowo yg lebih tinggi dari aku,, walau dulu sempat tersanjung dideketin ama orang hebat dan terkenal.. hehe..

temenku, bg ulyses, suatu hari pernah bertanya, “kok blom punya pacar kw dek?”.
“napa bang? abg mw daftar??” hehe.. yang ini boong deng..
yg bener yg ini, “ah,, ntar2 aja bang, nyantai aja, ntar datang2 sendiri nya itu.. mw cari yg terbaik.”
Trus, bg ulyses jwb, “yah, kalau mw nyari yg terbaik, ga akan ada itu, krn pasti ada aja yg lebih baik dari yg ada sekarang.”

hmmm.. aku lgsg teringat jargon Teknik Industri, “There is no best way, there is always a better way.”
Hubungannya? ga ada sih.. tiba2 terpikir aja..

cuman, it made me think, kalau aku selalu cari yang terbaik, kapan berhentinya? krn akan selalu ada yg terbaik.. Terbaik itu kondisional, terbaik saat ini belom tentu terbaik dua tahun mendatang. Because everything changes.. kayak lagu Keane, “everybody’s changing and I don’t feel the same..” Prinsip Kaizen (continuous improvement) pada Lean Thinking kan lahir dari filosofi ini.

Pacaran, sejak dulu, bagiku adalah pengenalan lebih lanjut thdp pasangan masing2 sebelum sampai ke tahap pernikahan. Jadi, ga masuk akal bagiku kl ada yg pacaran hny buat ubah status single jadi in a relationship, padahal dalam hatinya dia sambil nyari2 yg lain yg lebih baik dalam kata lain tak serius.. be serious on your mate..

Lagian, dalam pacaran itu, pengenalan lebih lanjut itu harus benar2 sampai sedalamnya. Karena, dua orang itu sudah pasti berbeda dalam cara pandang, cara hidup, dsb. Selama keduanya masih bisa saling mengerti, saling melengkapi, dan saling menerima satu sama lain, ya sok atuh, lanjut aja.. I believe in the power of love. Love (cinta, kasih, sayang) bisa menyatukan dua orang yg berbeda. Love juga yang membuat kedua orang tsb tetap bersatu ketika kondisi berubah. Tapi selama ada prinsip2 yang ga bisa “disatuin” lagi, ya jangan dipaksakan.. mending berpisah lebih awal daripada berpisah setelah menikah kan, lebih sakit rasanya(kayaknya) (no offense to all of you who got divorced), but isn’t it so?

Jadi, sudah sepantasnya dua orang yang mencoba bersatu itu pisah karena emang dari kedua pihak merasa itu jalan yg terbaik krn adanya satu atau berbagai hal yang membuat keduanya tak dapat bersatu dan saling mencintai (internal force). ntah masalah prinsip hidup, ato apalah. Bukan karena external force kayak dipaksa orang tua berpisah, dsb.. Bukan berarti jadi ga denger pendapat orang tua ya, mereka itu lebih pengalaman dari kita dan kita wajib mendengar pendapatnya, krn blom tentu kita bisa berpikir jernih dan objektif ketika kita sedang jatuh cinta..

Kalau beda agama?? Agama bisa jadi internal force dan external force tergantung bgmn kita memandang apa arti agama bagi kita.. selama keduanya masih bisa saling menerima dan tidak bermasalah dengan perbedaan agama itu nantinya, ya knapa ga? saya pribadi bermasalah sehingga saya tidak akan memulainya daripada ntar keburu terlalu sayang..

Waktu kecil, aku sempat percaya kalau seorang cowo udah dipasangkan dgn seorang cewe bahkan sblm keduanya di lahirkan. jadi kyk cinta sejati gitulah.. kebanyakan baca komik dulu.. hehe..

Tapi, hal2 yg kutulis di atas itulah yg membuat seseorang bisa jatuh cinta lagi setelah pasangannya “passed away” atau setelah cerai.
Karena cinta itu kyk tanaman, tumbuh… If you let it grow, it’ll grow larger and larger.. If you don’t want it to grow, then take it off from the ground.

~ by elisasirait on February 24, 2009.

4 Responses to “Cinta kayak tanaman..”

  1. First blog I read after wakeup from sleep today!

    —————————-

  2. halo ito..aku orang batak juga loh..marga ku pasaribu..

    hemm..sebagai pemuda 23 tahun aku selalu diajarkan sama mama klo cewek batak jaman sekarang sangat berorientasi kepada cowok yang memiliki pendidikan tinggi, karir mantab dan finansial aman, tapi aku tidak pernah mempercayai mama karena aku masih percaya akan adanya cinta sejati yang tidak memandang pendidikan dan harta sebagai jaminan mendapatkan cinta, namun ternyata setelah aku melihat situs jodoh batak ternyata bener juga yang dikatakan mama, hampir semua cewek batak mengingini laki-laki SI, ada yang menyebutkan harus PNS, dan yang terakhir mungkin kristen.

    aku merasa beruntung karena aku S1 dari universitas yang bisa di bilang bagus di jakarta, hanya saja aku lebih memandang klo prinsip materialisme sudah merenggut otak-otak cewek batak dengan permanen..

    sekedar curhat ya ini ito..

    inangboru ku punya anak perempuan yang kuliah di UI, dan sekarang kerja di taiwan, bisa dibilang kakak sepupu ku itu punya segalanya, ia cantik, putih, pintar, kerja di taiwan, bisa beli rumah cash sharga 300 juta di bekasi, namun inangboru ku itu ( kakak bokap aku) selalu berusaha mencari yang terbaik calon suami nya..suami nya harus cukup kaya dan pintar untuk sepantaran dengan anakku , mungkin pikirnya begitu..sudah banyak cowok batak yang di jodohkan untuk kakak ku itu, namun di mata kakak ku semua cowok itu kurang pintar dan kaya untuk mengimbanginya.. hinga beranjak umur 40 tahun, (umur yang mungkin sudah cukup tua dan rawan bagis seorang perempuan untuk memiliki keturuan ) akhir nya kakak ku menikah dengan cowok batak yang notabene hanya pengangguran dan hanya tamat SMA.

    menurut ku itu adalah hasil dari pencarian terbaik untuk memiliki seorang suami, namun Tuhan malah memberikan suami yang cukup jelek untuk dirinya, yaitu tamat SMA dan pengangguran.

    inspirasi : ada sebuah orang yang diletakkan di dalam hutan oleh tuhan, Tuhan berkata kau boleh memilih pohon yang tumbuh paling tinggi dan memiliki buah-buahan yang sangat bagus di pohon ini, namun ingat hanya satu !! dan kamu tidak boleh menengok ke belakang menuju pohon yang tidak kamu pilih

    akhirnya lelaki itu mulai mencari pohon yang tinggi dan mengandung buah yang banyak

    setelah menemui salah satu pohon, pemuda itu bilang ” ah ini kurang cukup tinggi dan buah nya pendek”

    kemudian ia melangkah maju, lalu menemukan satu pohon , namun ia lagi2 berkata ” ah ini kurang cukup tinggi dan buahnya pendek ”

    kemudian ia melangkah maju lagi, lalu menemukan satu pohon , namun ia lagi2 berkata ” ah ini kurang cukup tinggi dan buahnya pendek ”

    hingga akhirnya ia menemui pohon terakhir di hutan tersebut yang pendek dan mengandung buah yang busuk daripada pohon2 yang ia tinggalkan di belakangnya tadi

    saat ia mau belik ke belakang tuhan berkata ” eits !! kamu tidak boleh mengambil pohon yang sudah kamu tinggalkan dibelakang kamu.

    akhirnya ia mendapati pohon pendek dan mengandung buah yang busuk itu dan menyesal kemudian

    cerita ini sangat persis dengan cerita kakak sepupuku

    met kenal ito
    http://www.denioktora.com

  3. aku selalu setuju samamu sayang…=’)

  4. [...] lama (bkop is my first love) adalah menunggu orang yang terbaik. Seperti yg pernah aku sebutkan di blogku sebelumnya, bg Ulyses menyadarkanku, kl soal yang terbaik, pasti adanya yg lebih baik dari yg sebelumnya. Kalo [...]

Leave a Reply